Mahasiswa Universitas Paramadina Ajari Jualan via TikTok, Warga Bekasi: Luar Biasa Membantu!

Wecome Uare The Product di Situs Kami!

Bexi – Digital marketing menjadi kunci sukses di era digital saat ini. Salah satu platform yang sedang naik daun dengan pesat adalah TikTok. Aplikasi ini tidak hanya menjadi wadah hiburan dan kreativitas saja. Namun ia juga mempunyai potensi besar sebagai alat pemasaran yang ampuh. Khususnya bagi UMKM dan usaha rumahan. Mahasiswa Universitas Paramadina Ajari Jualan via TikTok, Warga Bekasi: Luar Biasa Membantu!

TikTok merupakan salah satu platform yang terkenal dengan konten-kontennya yang kreatif, singkat, dan menyenangkan, hal ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM dan pelaku usaha rumahan dengan membuat konten-konten yang menarik, unik, dan relevan dengan produk atau layanannya. dengan konten yang menarik Tarik perhatian pengguna dan sampaikan pesan pemasaran yang efektif.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak dan meminta masyarakat yang ingin memulai usaha dengan konsep Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjual produknya melalui pemasaran aplikasi online untuk meningkatkan penjualan. Dewan Pendidikan Bekasi Ajak Pemangku Kepentingan Kolaborasi Perbaiki Sekolah Tidak Layak

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Magister Komunikasi Korporat Universitas Paramadina Deni Kandra, Julham Hamis Iskandar, Viji Setiawan, Roi Rohmansah, Iqbal Shamiago, Prehapsari Julia Madjid dan Baby Ramdhani mengambil langkah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan komunikasi korporat. untuk masyarakat desa Sambar Jaya Kabupaten Besi.

“TikTok memiliki banyak pengguna di seluruh dunia. Dengan menggunakan platform ini, UMKM dan usaha rumahan dapat menjangkau khalayak yang luas tanpa batasan geografis.”Kami juga memilih Desa No.Jaya karena akan menjadi percontohan desa digital pada tahun 2022,” jelas Danny Kendra, selaku Koordinator acara ini pada Selasa (20/6/2023) bertempat di lokasi acara Balai Desa Sumber Jaya.

Lebih lanjut Denny menjelaskan, hingga saat ini masyarakat hanya mengetahui TikTok sebagai aplikasi yang dianggap “alle” dan banyak mendapat kritik negatif dari masyarakat. Ada juga beberapa orang yang bersumpah tidak akan pernah mendownload aplikasi tersebut.

Padahal itu seperti pisau dua sisi Namun selain dampak negatifnya, TikTok juga bisa memberikan dampak positif. Dengan lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia, TikTok memiliki banyak peluang yang ditawarkan. Ini bukan hanya platform hiburan. Pengguna juga dapat menggunakan TikTok untuk tujuan komersial.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh Pemerintah Desa Sambar Jaya, Sejalan dengan pesatnya perkembangan dunia digital saat ini, diharapkan masyarakat khususnya masyarakat Desa Sambar Jaya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan memanfaatkan media sosial. mampu menunjang perekonomian keluarga yang positif, Eamon Suryaman, SPD, Kepala Pemerintahan Desa Sumber Jaya yang membuka acara sekaligus membuka acara pada hari Selasa, 20 Juni 2023 di Balai Desa Sumber Jaya, KC.Kecamatan Selatan.Bekasi

Kegiatan pelatihan pemasaran digital ini diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, pegawai Badan Ansaha Desa Agarprana No Jaya dan para pelaku UMKM Desa Sumbar Jaya Bekasi.

Pelatihan ini akan memperkenalkan Anda kepada sumber daya manusia yang berpengalaman di dunia digital, termasuk Prehapsari, seorang manajer di sebuah perusahaan di Jakarta. Begitu pula dengan mahasiswa S2 Universitas Paramadina jurusan Komunikasi Korporasi.

Selain produk Sesuai dengan ide Prihasari Teknik pemasaran harus mempertimbangkan banyak aspek seperti tren pasar, periklanan, dan konten yang bagus.

“Untuk menentukan penjualan yang akan dihasilkan oleh produk kita, kita harus mengetahui segmen pasarnya.” Setelah menentukan segmen pasar, kita membuat iklan semenarik mungkin agar iklan yang kita buat dapat beresonansi. calon konsumen,” jelas Prehapsari.

“Tren pasar juga sangat mempengaruhi apakah barang yang kita jual akan laku atau tidak,” lanjutnya. Mahasiswa Universitas Paramadina Ajari Jualan via TikTok, Warga Bekasi: Luar Biasa Membantu!

Pelatihan tersebut juga mendapat banyak antusiasme dari para peserta, salah satu peserta yaitu Ibu Lilik menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan digital marketing yang diselenggarakan oleh mahasiswa pascasarjana Universitas Paramadina.

“Sendiri, Saya pikir ini sangat positif. Ini sangat membantu meningkatkan penjualan. Khususnya di sektor digital Ada banyak kebutuhan. “Ini adalah harapan dan ambisi pribadi saya,” katanya.

Kedepannya, Lilik berharap pelatihan digital marketing ini dapat bermanfaat dan meningkatkan pemasaran produk yang dijualnya.Ucapan ‘Menyala Abanku’ dan ‘Ilmu Padi’ sudah viral. Ternyata, memang begitu maksudnya, belakangan ini kata-kata populer seperti “manyala abanku” dan “ilmu padi” sedang menjadi trending di media sosial. Yang Sering Dijadikan Pujian Pada Seseorang, Siapa Benar Uarethe Product 9 Februari 2024