PT Kalbe Umumkan Semua Produk Obat Tidak Mengandung EtilenGlikol dan FietilenGlikol

Selamat datang Uare The Product di Portal Ini!

Uarethe Product – Kasus gagal ginjal akut yang menimpa ratusan anak di Indonesia membuat pemerintah mengambil tindakan. Salah satu sirup ini melarang beberapa obat beredar di pasaran. PT Kalbe Umumkan Semua Produk Obat Tidak Mengandung EtilenGlikol dan FietilenGlikol

Langkah ini diambil setelah dugaan awal penyebab gagal ginjal adalah kandungan etilen glikol dan fietilen glikol di dalam sirup. Tentu saja kebijakan ini berdampak pada beberapa perusahaan farmasi.

Terkait hal tersebut, PT Kalbe Farma Tbk dan anak perusahaannya mengumumkan bahwa setiap obat yang didistribusikan ke masyarakat tidak mengandung etilen glikol atau fietilen glikol.

PT Kalbe memastikan selalu memenuhi standar yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal itu disampaikannya dalam keterangan resmi perseroan di Jakarta, Jumat (21/10/2022). Gangguan Ginjal Akut Misterius Tewaskan 99 Anak, Kemenkes Bakal Tetapkan Status KLB?

Kalb menjelaskan, pihaknya selalu menjaga kualitas dan mengikuti standar yang ditetapkan BPOM untuk produksi obat (CPOB) dan distribusi obat (CDOB).

Perusahaan ini juga mengomentari kebijakan pemerintah yang melarang peredaran atau konsumsi sirup resep atau obat resep terbatas kepada masyarakat.

Menurut Kalbe, kebijakan tersebut merupakan niat pemerintah untuk mengatur peredaran produk sirup. Pada saat yang sama, Kalb menjadi prihatin dengan penjualan narkoba ke masyarakat.

Setiap produk yang didistribusikan PT Kalb dijamin memenuhi seluruh peraturan BPOM. Selain tidak menggunakan kedua bahan baku tersebut, perusahaan juga menguji produk Kalbe untuk mengetahui kandungan etilen glikol dan dietilen glikol sehingga aman dikonsumsi masyarakat.

Dari sisi kerja sama, Kalb sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dengan BPOM dan pihak terkait lainnya agar distribusi obat seperti obat dalam sirup memenuhi pedoman yang ditetapkan pemerintah.

Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan sedang menghubungi BPOM untuk mengetahui apakah obat sirup tersebut mengandung bahan kimia perusak ginjal, dan akan segera mengeluarkannya dari pasaran.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, rencana penarikan obat dari sirup tersebut terkait dengan ditemukannya tiga bahan kimia berbahaya.

Ketiga bahan tersebut adalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil eter (EGBE). Kandungan tersebut ditemukan pada 15 sampel sirup obat yang dianalisis dari pasien penyakit ginjal kronis.

Ia mengatakan, bahan kimia tersebut teridentifikasi pada organ tubuh pasien dengan mempelajari 99 pasien muda yang meninggal karena gagal ginjal di Indonesia.

“Kami keluarkan dan ambil darahnya, kami temukan ada bahan kimia berbahaya yang merusak ginjalnya. Lalu kami datangi rumahnya, kami minta obat yang diminumnya, ada juga ramuannya,” kata Budi Gunadi. PT Kalbe Umumkan Semua Produk Obat Tidak Mengandung EtilenGlikol dan FietilenGlikol

Tindakan preventif di atas adalah dengan menghentikan sementara pemberian sirup pada anak-anak dan orang dewasa.

Menteri Kesehatan mengatakan, tindakan ini merupakan tindakan pencegahan yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka kematian akibat gagal ginjal.

Kedua zat ini juga menjadi penyebab kematian banyak orang di berbagai negara. Kasus serupa terjadi di Afrika, India, Tiongkok, dan banyak negara lainnya.

“Tunggu dulu, supaya anak-anak kita tidak jadi korban lagi. Kalau urusan dokter, kita stop ke dokter dan apotek sampai BPOM bisa memastikan obat mana yang benar-benar berbahaya,” kata Budi Gunadi Sadikin. [SENI]